LINGKUNGAN PENDIDIKAN
Disusun untuk Memenuhi Salah Satu
Tugas Mandiri
Pada Mata
KuliahDasar-DasarPendidikan
Dosen:
Kiswan,S.Ag.,M.Pd.
Disusunoleh:
NurzakiyahMunawaroh
NPM
13.07.0453
FAKULTAS
TARBIYAH
PRODI PENDIDIKAN GURU
MADRASAH IBTIDAIYAH INSTITUT
AGAMA ISLAM DARUSSALAM
CIAMIS
- JAWA BARAT
TAHUN
2013
KATA PENGANTAR
Pujidansyukur
kami panjatkankehadirat Allah swt yang
manatelahmemberikanpetunjukdanhidayah-NyasehinggasayadapatmenyelesaikantugasmatakuliahDasar-DasarPendidikan.
Ucapanterimakasih
kami ucapkankepadadosendanrekan-rekansemua yang
telahmendukungdanmembantudalampembuatanmakalahiniterutamakepadaBapak
Kiswan,S.Ag.,M.Pd. yang telahmemberikantugas.
Mudah-mudahanmakalahinidapatbermanfaat, khususnyabagi yang membacadanumumnyabagikitasemua.
Segalakekuranganpadamakalahinidapatdipastikanadanya.Baikdarisegipengerjaan,
penyajian, sistematikamaupunkelengkapannya.Olehkarenaitu,
sangatdiharapkankritikdan saran, maupunarahandarirekan-rekansemua.
Ciamis, Desember 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ....................................................................................... .........i
DAFTAR
ISI ...................................................................................................... ........ii
BAB
I PENDAHULUAN
A. LatarBelakangMasalah.............................................................................. .....................1
B. RumusanMasalah...................................................................................... .....................1
C. TujuanPenulisan........................................................................................ .....................1
D. Manfaat
Penulisan...........................................................................................................2
BAB
II PEMBAHASAN
A. Pengertian
Lingkungan Pendidikan.......................................................... ........................3
B. Fungsi
Lingkungan Pendidikan................................................................ ........................6
C. Ragam Bentuk
Lingkungan Pendidikan................................................... ........................7
BAB
III PENUTUP
A. Kesimpulan....................................................................................................................15
B. Saran ............................................................................................................................15
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Masalah
Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia.
Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia
menurut ukuran normatif. Disisi lain proses perkembangan dan pendidikan manusia
tidak hanya terjadi dan dipengaruhi oleh proses pendidikan yang ada dalam
sistem pendidikan formal (sekolah) saja. Manusia selama hidupnya selalu akan
mendapat pengaruh dari keluarga, sekolah, dan masyarakat luas. Ketiga
lingkungan itu sering disebut sebagai tripusat pendidikan.Dengan kata lain
proses perkembangan pendidikan manusia untuk mancapai hasil yang maksimal tidak
hanya tergantung tentang bagaimana sistem pendidikan formal dijalankan. Namun
tergantung pada lingkungan pendidikan yang berada di luar lingkungan
formal.Salah satu yang memungkinkan proses kependidikan islam berlangsung
secara konsisten dan berkesenambungan dalam rangka mencapai tujuannya adalah
institusi atau kelembagaan pendidikan islam adalah institusiatau lembaga dimana
lembaga itu berlangsung.Namun demikian, dapat di pahami bahwa lingkungan
tarbiyah islamiyah itu adalah suatu lingkungan yang didalamnyan terdapat
ciri-ciri keislaman yang memungkinkan terselenggaranya pendidikan islam dengan
baik.
Berdasarkanlatarbelakangdiatassayamengambiljudul “LINGKUNGAN
PANDIDIKAN”.
B.RumusanMasalah
Berdasarkanlatarbelakangdiatas
kami mengambilbeberapapermasalahandiantaranya:
1.
Apa Pengrtian Lingkungan Pendidikan?
2.
Apa Fungsi Lingkungan Pendidikan?
3.
Bagaimana Ragam Benuk Lingkungan Pendidikan?
C.Tujuan Penulisan
Dalampenyusunanmakalahini
kami memilikibeberapatujuandiantaranya:
1.
Ingin Mengetahui Pengrtian Lingkungan Pendidikan
2.
Ingin Mengetahui Fungsi Lingkungan Pendidikan
3.
Ingin Mengetahui Ragam Bentuk Lingkungan Pendidikan
D. ManfaatPenulisan
Adapunmanfaatpenyusunanmakalahinibagipenulisialahsebagai
media untukmenambahpengetahuantentangLingkunganPendidikan. Dan
penulisberharapmakalahinidapatbermanfaatbagimahasiswauntukmenunjangmateriperkuliahanbelajardanpembelajaran
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PengertianLingkunganPendidikan
LingkunganPendidikanadalahsegalasesuatu yang
adadisekitarmanusia,baikberupabendamati,makhlukhidup,ataupunperistiwa-peristiwa
yang terjaditermasukkondisimasyarakatterutama yang
dapatmemberikanpengaruhkuatkepadaindividu.Sepertilingkungantempatpendidikanberlangsungdanlingkungantempatanakbergaul.Lingkunganinikemudiansecarakhususdisebutsebagailembagapendidikansesuaidenganjenisdantanggungjawabsecarakhususmenjadibagiandarikarakterlembagatersebut.
MenurutHasbullah (2003) lingkunganpendidikanmencakup:
Ø Tempat
(lingkunan fisik),keadaan iklim,keadaan tanah,keadaan alam.
Ø Kebudayaan(lingkungan
budaya) dengan warisan budaya tertentu seperti bahasa,seni,ekonomi,ilmu
pengetahuan,pandangan hidup pandangan keagamaan.
Ø Kelompok hidup
bersama(lingkungan sosial atau masyarakat)keluaraga,kelompok bermain,desa
perkumpulan dan lainnya.
Menurutkamusbesarbahasa Indonesia yang dimaksuddenganlingkunganadalahdaerah
(kawasandansebagainya) yang termasukdidalamnya.
SedangkanLingkungansecaraumumdiartikansebagaikesatuanruangdengansegalabenda,
daya, keadaan, danmakhlukhidup, termasukmanusiadanperilakunya, yang
mempengaruhikelangsunganperikehidupandankesejahteraanmanusiasertamahlukhiduplainnya.Lingkungandibedakanmenjadilingkunganalamhayati,
lingkunganalam non hayati, lingkunganbuatandanlingkungansosial.Sebagaicontohsaatberada
di sekolah, lingkunganbiotiknyaberupateman-temansekolah, bapakibu guru
sertakaryawan, dansemua orang yang ada di sekolah, jugaberbagaijenistumbuhan
yang ada di kebunsekolahsertahewan- hewan yang ada di sekitarnya.
Adapunlingkunganabiotikberupaudara, mejakursi, papantulis, gedungsekolah,
danberbagaimacambendamati yang ada di sekitar.SedangkanmenurutKamusBesarBahasa
Indonesia yang dimaksudpendidikan
adalah proses pengubahan sikap dan tata
laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui
upaya pengajaran dan pelatihan. Secara umum dapat diartikan Pendidikan adalah
usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran atau pelatihan agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan
potensi dirinya supaya memiliki kekuatan spiritual keagamaan, emosional,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan
yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Sedangkan lingkungan pendidikan dapat diartikan sebagai berbgai faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap praktik pendidikan. Lingkungan pendidikan sebagai berbagai lingkungan tempat berlangsungnya proses pendidikan, yang merupakan bagian dari lingkungan sosial.
Pendidikan Islam itu sendiri adalah pendidikan yang berdasarkan Islam. Isi ilmu adalah teori. Isi ilmu bumi adalah teori tentang bumi. Maka isi Ilmu pendidikan adalah teori-teori tentang pendidikan, Ilmu pendidikan Islam secara lengkap isi suatu ilmu bukanlah hanya teori.
Pengertian pendidikan bahkan lebih diperluas cakupannya sebagai aktivitas dan fenomena. Pendidikan sebagai aktivitas berarti upaya yang secara sadar dirancang untuk membantu seseorang atau sekelompok orang dalam mengembangkan pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup, baik yang bersifat manual (petunjuk praktis) maupun mental, dan sosial sedangkan pendidikan sebagai fenomena adalah peristiwa perjumpaan antara dua orang atau lebih yang dampaknya ialah berkembangnya suatu pandangan hidup, sikap hidup, atau keterampilan hidup pada salah satu atau beberapa pihak, yang kedua pengertian ini harus bernafaskan atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam yang bersumber dari al Qur’an dan Sunnah.
Sedangkan lingkungan pendidikan dapat diartikan sebagai berbgai faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap praktik pendidikan. Lingkungan pendidikan sebagai berbagai lingkungan tempat berlangsungnya proses pendidikan, yang merupakan bagian dari lingkungan sosial.
Pendidikan Islam itu sendiri adalah pendidikan yang berdasarkan Islam. Isi ilmu adalah teori. Isi ilmu bumi adalah teori tentang bumi. Maka isi Ilmu pendidikan adalah teori-teori tentang pendidikan, Ilmu pendidikan Islam secara lengkap isi suatu ilmu bukanlah hanya teori.
Pengertian pendidikan bahkan lebih diperluas cakupannya sebagai aktivitas dan fenomena. Pendidikan sebagai aktivitas berarti upaya yang secara sadar dirancang untuk membantu seseorang atau sekelompok orang dalam mengembangkan pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup, baik yang bersifat manual (petunjuk praktis) maupun mental, dan sosial sedangkan pendidikan sebagai fenomena adalah peristiwa perjumpaan antara dua orang atau lebih yang dampaknya ialah berkembangnya suatu pandangan hidup, sikap hidup, atau keterampilan hidup pada salah satu atau beberapa pihak, yang kedua pengertian ini harus bernafaskan atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam yang bersumber dari al Qur’an dan Sunnah.
Lingkungan
Pendidikan memiliki pengaruh yang berbeda–beda terhadap peserta didik.Perbedaan
pengaruh tersebut tergantung jenis lingkungan tempat pendidikan tempat peserta
didik terlibat didalamnya.Hal ini karena masing-masing jenis lingkungan
pendidikan memiliki situasi sosial yang berbeda-beda.Situasi sosial yang
dimaksud meliputi faktor perencanaan,sarana,sistem pendidikan pada
masing-masing jenis lingkungan.Intensitas pengaruh lingkungan terhadap peserta
didik tergantung sejauh mana anak dapat menyerap rangsangan yang diberikan
lingkungannya dan sejau mana lingkungan mampu memahami dan memberikan fasilitas
terhadap kebutuhan pendidikan peserta didik.
Ø Pandangan Islam Mengenai Lingkungan Pendidikan
Manusia adalah “makhluk sosial”. Hal ini sesuai dengan ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang hal tersebut. Khalaqa al-insaana min ‘alaq bukan hanya diartikan sebagai “menciptakan manusia dari segumpal darah” atau “sesuatu yang berdempet di dinding rahim”, akan tetapi juga dapat dipahami sebagai “diciptakan dinding dalam keadaan selalu bergantung kepada pihak lain atau tidak dapat hidup sendiri”.
Dari hal itu dapat dipahami bahwa manusia dengan seluruh perwatakan dan pertumbuhannya adalah hasil pencapaian dua faktor, yaitu faktor warisan dan faktor lingkungan. Faktor inilah yang mempengaruhi manusia dalam berinteraksi dengannya semenjak ia menjadi embrio hingga akhir hayat. Kemudian, lingkungan yang nyaman dan mendukung bagi terselenggaranya suatu pendidikan sangat dibutuhkan dan turut berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan. Demikian pula dalam sistem pendidikan Islam, lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sesuai dengan karakteristik pendidikan Islam itu sendiri.
Meskipun lingkungan tidak bertanggung jawab terhadap kedewasaan anak didik, namun lingkungan merupakan faktor yang sangat menentukan dan pengaruhnya sangat besar terhadap anak didik. Sebab, bagaimanapun seorang anak tinggal dalam suatu lingkungan, disadari atau tidak, lingkungan tersebut akan mempengaruhi anak tersebut. Hal ini sesuai dengan sabda Rosulullah SAW. dari riwayat Abu Hurairah:
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
Setiap anak dilahirkan dalam keadaan ‘fitrah’. Namun, kedua orang tuanya (mewakili lingkungan) mungkin dapat menjadikannya beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Hal ini menunjukkan bahwa Islam mengakui potensi lingkungan yang pengaruhnya dapat sangat kuat sehingga sangat mungkin dapat mengalahkan fitrah.
Sedangkan menurut para ahli mengatakan bahwa manusia lahir ke dunia, dalam suatu lingkungan dengan pembawaan tertentu. Pembawaan yang potensial tersebut itu tidak spesifik melainkan bersifat umum dan dapat berkembang menjadi bermacam-macam kenyataan akibat interaksi dengan lingkungan. Pembawaan menentukan batas-batas kemungkinan yang dicapai oleh seseorang, akan tetapi lingkungan akan menentukan menjadi seseorang individu dalam kenyataan.Tentang fungsi pembawaa dan lingkungan, Henry E.Garret mengatakan sebagai berikut: “it appears to be true that heredity determines what man can do, environment what he does do within the limits imposed by heredity” yang artinya: “itu muncul untuk menjadi benar bahwa keturunan menentukan apa yang manusia dapat melakukan, lingkungan apa yang ia di dalam batas-batas memaksakan disebabkan oleh keturunan”. Jelaslah pembawaan dan lingkungan bukanlah hal yang bertentangan melainkan saling membutuhkan.
Lingkungan yang buruk dapat merintangi pembawaan yang baik, tetapi lingkungan yang baik tidak dapat menjadi pengganti sesuatu pembawaan yang baik. Daerah yang penuh kejahatan dan kesempatan latihan yang kurang, akan menimbulkan kebiasaan-kebiasaan yang buruk dan akan membatasi prestasi seseorang yang memiliki kemampuan. Begitu juga lingkungan yang baik tidak dapat menjadikan orang-orang yang lemah pikiran menjadi orang yang pandai atau orang yang tidak berbakat menjadi berbakat, walaupun diakui dan tidak diragukan lagi bahwa lingkungan yang baik, latihan-latihan yang baik akan membantu memperbaiki tingkahlaku dan mendapat tempat di masyarakat..
Manusia adalah “makhluk sosial”. Hal ini sesuai dengan ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang hal tersebut. Khalaqa al-insaana min ‘alaq bukan hanya diartikan sebagai “menciptakan manusia dari segumpal darah” atau “sesuatu yang berdempet di dinding rahim”, akan tetapi juga dapat dipahami sebagai “diciptakan dinding dalam keadaan selalu bergantung kepada pihak lain atau tidak dapat hidup sendiri”.
Dari hal itu dapat dipahami bahwa manusia dengan seluruh perwatakan dan pertumbuhannya adalah hasil pencapaian dua faktor, yaitu faktor warisan dan faktor lingkungan. Faktor inilah yang mempengaruhi manusia dalam berinteraksi dengannya semenjak ia menjadi embrio hingga akhir hayat. Kemudian, lingkungan yang nyaman dan mendukung bagi terselenggaranya suatu pendidikan sangat dibutuhkan dan turut berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan. Demikian pula dalam sistem pendidikan Islam, lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sesuai dengan karakteristik pendidikan Islam itu sendiri.
Meskipun lingkungan tidak bertanggung jawab terhadap kedewasaan anak didik, namun lingkungan merupakan faktor yang sangat menentukan dan pengaruhnya sangat besar terhadap anak didik. Sebab, bagaimanapun seorang anak tinggal dalam suatu lingkungan, disadari atau tidak, lingkungan tersebut akan mempengaruhi anak tersebut. Hal ini sesuai dengan sabda Rosulullah SAW. dari riwayat Abu Hurairah:
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
Setiap anak dilahirkan dalam keadaan ‘fitrah’. Namun, kedua orang tuanya (mewakili lingkungan) mungkin dapat menjadikannya beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Hal ini menunjukkan bahwa Islam mengakui potensi lingkungan yang pengaruhnya dapat sangat kuat sehingga sangat mungkin dapat mengalahkan fitrah.
Sedangkan menurut para ahli mengatakan bahwa manusia lahir ke dunia, dalam suatu lingkungan dengan pembawaan tertentu. Pembawaan yang potensial tersebut itu tidak spesifik melainkan bersifat umum dan dapat berkembang menjadi bermacam-macam kenyataan akibat interaksi dengan lingkungan. Pembawaan menentukan batas-batas kemungkinan yang dicapai oleh seseorang, akan tetapi lingkungan akan menentukan menjadi seseorang individu dalam kenyataan.Tentang fungsi pembawaa dan lingkungan, Henry E.Garret mengatakan sebagai berikut: “it appears to be true that heredity determines what man can do, environment what he does do within the limits imposed by heredity” yang artinya: “itu muncul untuk menjadi benar bahwa keturunan menentukan apa yang manusia dapat melakukan, lingkungan apa yang ia di dalam batas-batas memaksakan disebabkan oleh keturunan”. Jelaslah pembawaan dan lingkungan bukanlah hal yang bertentangan melainkan saling membutuhkan.
Lingkungan yang buruk dapat merintangi pembawaan yang baik, tetapi lingkungan yang baik tidak dapat menjadi pengganti sesuatu pembawaan yang baik. Daerah yang penuh kejahatan dan kesempatan latihan yang kurang, akan menimbulkan kebiasaan-kebiasaan yang buruk dan akan membatasi prestasi seseorang yang memiliki kemampuan. Begitu juga lingkungan yang baik tidak dapat menjadikan orang-orang yang lemah pikiran menjadi orang yang pandai atau orang yang tidak berbakat menjadi berbakat, walaupun diakui dan tidak diragukan lagi bahwa lingkungan yang baik, latihan-latihan yang baik akan membantu memperbaiki tingkahlaku dan mendapat tempat di masyarakat..
B.Fungsi Lingkungan Pendidikan
Fungsi pertama
lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan
berbagai lingkungan sekitarnya baik lingkungan fisik,sosial dan budaya,terutama
berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia agar dapat dicapai tujuan
pendidikan secara optimal.Penataan lingkungan pendidikan ini terutama
dimaksudkan agar proses pendidikan dapat berkembang efesien dan efektif.
Perkembangan
manusia dari interaksinya dengan lingkungan sekitar akan berjalan secara
alamiah,tetapi perkembangan tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan tujuan
pendidikan atau bahkan menyimpang darinya.Oleh karena itu, diperlukan usaha
sadar untuk mengatur dan mengendalikan lingkungan sedemikian rupa agar
mempunyai orientasi pada tujuan-tujuan pendidikan.
Fungsi kedua lingkungan pendidikan adalah mengajarkan tingkah laku
umum dan untuk menyeleksi serta mempersiapkan peranan-peranan tertentu dalam
masyarakat.Hal ini karena masyarakat akan berfungsi dengan baik jika setiap individu
belajar berbagai hal,baik pol]ua tingkah laku umum maupun peranan yang
berbeda-beda.
Dalam
menjalankan kedua fungsinya,lingkungan pendidikan haruslah digambarkan sebagai
kesatuan yang utuh diantara berbagai ragam bentuknya.Untuk mencapai
tujuan-tujuan pendidikan secara menyeluruh masing-masing lingkungan mempunyai
andil dalam mencapainya(Tirtahardja,2004)
C.Ragam Bentuk Lingkungan Pendidikan
Lingkungan
pendidikan adalah tempat seseorang memperoleh pendidikan secara langsung atau
tidak langsung.Oleh karena itu lingkungan pendidikan ada yang bersifat sosial
dan material.Lingkungan pendidikan secara garis besarnya menurut Ki Hajar Dewantoro di bagi menjadi tiga yang disebut
dengan Tri Pusat Pendidikan,yaitu keluarga sekolah dan masyarakat,hal itu
sejalan dengan yang dinyatakan oleh Lavengeld bahw yang bertanggung jawab dalam
pendidikan adalah keluarga,sekolah,dan masyarakat.
1
Keluarga
Keluarga secara
etimologi menurut Ki Hajar Dewantara,seperti dijelaskan oleh Abu Ahmadi adalah
bagi bangsa kita perkataan “keluarga”sebagai rangkaian perkataan “kawula”dan
“warga”.Maka “kawula” itu tidak lain artinya dari pada “abdi” dalam keluarga
wajiblah seseorang menyerahkan segala kepentingan-kepentingan kepada
keluarganya.Sebaliknya sebagai “warga” atau “anggota”ia berhak sepenuhnya pula
untuk ikut mengurus segala kepentingan didialam keluarga.
Keluarga dalam
pandangan antopologi adalah kesatuan-kesatuan kecil yang memiliki tempat
tinggal dan ditandai oleh kerjasama yang sangat erat,Orag tua,ayah,dan
ibu,mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya.Pada
dasarnya kewajiban ayah memberikan perlindungan terhadap semua anggota keluarga
baik secara fisik maupun psikis.Ibu adalah menjaga, memeliharanya dengan
mendidik dan merawat anak-anaknya.
Pendidikan keluarga dapat diebdakan menjadi dua yakni :
a. Pendidikan prenatal (pendidikan sebelum lahir)
Merupakan pendidikan yang berlangsung selama anak belum lahir atau masih dalam kandungan. Pendidikan prenatal lebih dipengaruhi kepada kebudayaan lingkungan setempat. Sebagai contoh dalam masyarakat jawa dikenal berbagai macam upacara adat selama anak masih ada dalam kandungan seperti neloni, mitoni. Selain upacara-upacara adat untuk menyelamati anak yang masih dalam kandungan dalam masyarakat jawa dikenal juga berbagai macam kesyirikan (hal-hal yang harus dihindari) selama anak masih dalam kandungan.
Dalam kehidupan yang lebih modern sekarang ini, terdapat pula model pendidikan prenatal. Seperti mendengarkan lagu-lagu klasik selama anak masih dalam kandungan, melakukan pemerikasaan rutin ke dokter kandungan atau mengkonsumsi nutrisi yang baik bagi si jabang bayi adalah contoh-contoh pendidikan prenatal dalam kehidupan modern.. Secara sederhana pendidikan prenatala dalam keluarga bertujuan untuk menjamin agar si jabang bayi sehat selama dalam kandungan hingga nanti pada akhirnya dapat terlahir dengan proses yang lancar dan selamat.
b) Pendidikan Postnatal (pendidikan setelah lahir)
Merupakan pendidikan manusia dalam lingkungan keluarga di mulai dari manusia lahir hingga akhir hayatnya. Segala macam ilmu kehidupan yang diperoleh dari keluarga merupakan hasil dari proses pendidikan keluarga postnatal. Dari manusia lahir sudah diajari bagaimana caranya tengkurap, minum, makan, berjalan hingga tentang ilmu agama. Sama seperti pendidikan prenatal yang tujuan adalah menjamin manusia lahir ke dunia, pendidikan postnatal ditujukan sebagai jaminan agar manusia dapat menjadi manusia yang baik dan tidak mengalami kesulitan berarti selama proses manusia hidup.
Bagaimana manusia bersikap tentang segala macam lingkungannya di luar lingkungan keluarga sangat tergantung pada bagaimana proses pendidikan keluarga berlangsung. Dalam dunia modern seperti sekarang, bagaimana pendidikan keluarga berlangsung tidak sepenuhnya tergantung pada orang tua namun bisa juga dipengaruhi oleh orang lain yang notabene bukan bagian dari keluarga. Ini bisa terjadi karena kesibukan orangtua maka orangtua lebih cenderung untuk menyewa orang lain untuk merawat (mengasuh) anaknya.
a. Pendidikan prenatal (pendidikan sebelum lahir)
Merupakan pendidikan yang berlangsung selama anak belum lahir atau masih dalam kandungan. Pendidikan prenatal lebih dipengaruhi kepada kebudayaan lingkungan setempat. Sebagai contoh dalam masyarakat jawa dikenal berbagai macam upacara adat selama anak masih ada dalam kandungan seperti neloni, mitoni. Selain upacara-upacara adat untuk menyelamati anak yang masih dalam kandungan dalam masyarakat jawa dikenal juga berbagai macam kesyirikan (hal-hal yang harus dihindari) selama anak masih dalam kandungan.
Dalam kehidupan yang lebih modern sekarang ini, terdapat pula model pendidikan prenatal. Seperti mendengarkan lagu-lagu klasik selama anak masih dalam kandungan, melakukan pemerikasaan rutin ke dokter kandungan atau mengkonsumsi nutrisi yang baik bagi si jabang bayi adalah contoh-contoh pendidikan prenatal dalam kehidupan modern.. Secara sederhana pendidikan prenatala dalam keluarga bertujuan untuk menjamin agar si jabang bayi sehat selama dalam kandungan hingga nanti pada akhirnya dapat terlahir dengan proses yang lancar dan selamat.
b) Pendidikan Postnatal (pendidikan setelah lahir)
Merupakan pendidikan manusia dalam lingkungan keluarga di mulai dari manusia lahir hingga akhir hayatnya. Segala macam ilmu kehidupan yang diperoleh dari keluarga merupakan hasil dari proses pendidikan keluarga postnatal. Dari manusia lahir sudah diajari bagaimana caranya tengkurap, minum, makan, berjalan hingga tentang ilmu agama. Sama seperti pendidikan prenatal yang tujuan adalah menjamin manusia lahir ke dunia, pendidikan postnatal ditujukan sebagai jaminan agar manusia dapat menjadi manusia yang baik dan tidak mengalami kesulitan berarti selama proses manusia hidup.
Bagaimana manusia bersikap tentang segala macam lingkungannya di luar lingkungan keluarga sangat tergantung pada bagaimana proses pendidikan keluarga berlangsung. Dalam dunia modern seperti sekarang, bagaimana pendidikan keluarga berlangsung tidak sepenuhnya tergantung pada orang tua namun bisa juga dipengaruhi oleh orang lain yang notabene bukan bagian dari keluarga. Ini bisa terjadi karena kesibukan orangtua maka orangtua lebih cenderung untuk menyewa orang lain untuk merawat (mengasuh) anaknya.
Keluarga
merupakan pengelompokan primer yang terdiri dari sejumlah keluarga kecil karena
hubungan sedarah.Keluarga bisa dibentuk keluarga inti(nucleus
family,ayah,ibu,dan anak),ataupun keluarga yang diperluas(di samping inti,ada
orang lain seperti kakek,nenek,ipar,dan lain sebagainya).Pada umumnya jenis
kedualah yang banyak dijumpai di Indonesia,meskipun pda mulanya ibu yang paling
berpengaruh dalam perkembangan anak,namun pada akhirnya anggota keluarga
lainnya ikut mempengaruhi perkembangan anak.Disamping faktor iklim sosial itu,faktor-faktor lain dalam
keluarga juga ikut mempengaruhi perkembangan anak seperti kebudayaan,tingkat
kemakmuran,keadaan perumahan,dan lain sebagainya.Dengan demikian perkembangan
anak dipengaruhi oleh keseluruhan situasi dan kondisi keluaga(Tirtahardjo,2004)
Keluarga
merupakan unit pertama dan institusi pertama dalam masyarakat yang didalamnya
terdapat hubungan-hubungan yang bersifat
langsung.Disitulah berkembang individu dan tahap-tahap awal proses pemasyarakatan,Melalui interaksi
tersebut diperoleh pengetahuan,keterampilan,minat,nilai-nilai,emosi dan
sikapnya dalam hidup dengan itu diperoleh ketenangan dan ketentraman.
Keluarga sebagai lembaga pendidikan mempunyai
peranan penting dalam membentuk generasi muda ,keluarga disebut pula sebagai
lembaga pendidikan informal.Pendidikan informal adalah kegiatan pendidikan yang
tidak diorganisasikan secara struktural dan tidak mengenal sama sekali
perpanjangan kronologis menurut tingkatan umum maupun tingkatan keterampilan
dan pengetahuan.
Motivasi pengabdian keluarga (orang tua)semata-mata
demi cinta kasih yang kodrati.Didalam suasana cinta dan kemesraan inilah proses
pendidikan berlangsung seumur anak itu dalam tanggung jawab
keluarga.Dasar-Dasar tanggung jawab keluargaterhadap pendidikan anaknya
meliputi hal-hal berikut:
Ø
Dorongan/Motivasi cinta kasih yang menjiwai hubungan orang tua
dengan anak.Cinta kasih ini mendorong sikap dan tindakan rela menerima,tanggung
jawab,dan mengabdikan dirinya untuk sang anak.
Ø
Dorongan/motivasi kewajiban moral,sebagai konsekuensi kedudukan
orang tua terhadap keturunannya.Tanggung jawab moral ini meliputi nilai-nilai
religius spiritual yan dijiwai Ketuahan Yang Maha Esa dan agama masing-masing
disamping didorong oleh kesadaran memelihara martabat dan kehormatan keluarga.
Ø
Tanggung jawab sosial sebagai bagian dari keluarga ,yang pada
gilirannya juga menjadi bagian dari masyarakat,bangsa dan negaranya,bahkan
kemanusiaan.Tanggung jawab sosial ini merupakan perwujudan kesadaran tanggung
jawab kekeluargaan yang diikuti oleh darah keturunan dan kesatuan keyakinan.
Adapun tujuan
pendidikan dalam keluarga adalah:
Ø
Memelihara dan membesarkan anak,ini adalah bentuk yang paling
sederhana dari setiap tanggung jawab
orang tua dan merupakan dorongan alami untuk mempertahankan kelangsungan
hidup manusia.
Ø
Melindungi dan menjamin kesamaaan,baik jasmaniah maupun
rohaniah,dari berbagai gangguan penyakit dan dari penyelewengan tujuan hidup
sesuai dengan falsafah hidup dan agama yang dianutnya.
Ø
Memberi pengajaran dalam arti yang luas ,sehingga anak memperoleh peluang
untuk memiliki pengetahuan dan kecakapan seluas dan setinggi mungkin dapat
dicapainya.
Ø
Membahagiakan anak baik di dunia maupun akhirat,sesuai dengan
pandangan dan tujuan hidup muslim.
Dasar-dasar
pendidikan yang diberikan kepada
anak dari orang tua meliputi
tujuh hal berikut:
Ø
Dasar pendidikan budi pekerti dengan cara memberikan norma
pandangan hidup tertentu meskipun masih dalam pola yang masi sederhana.
Ø
Dasar pendidikan sosial dengan cara melatih anak dengan tata cara
bergaul dan berkomunikasi yang baik dengan lingkungan sosial sekitar.
Ø
Dasar pendidikan intelek dengan cara mengajar anak tentang
kaidah-kaidah bertutur bahasa yang baik.
Ø
Dasar pembentukan kebiasaan pembinaan kepribadian yang baik dan
wajar dengan membiasakan anak hidup teratur bersih,disiplin,dan rajin.
Ø
Dasar pendidikan kekeluargaan dengan memberikan apresiasi terhadap
keluarga.
Ø
Dasar pendidikan nasionalisme dan patriotisme dan berprikemanusiaan
unuk mencintai bangsa dan tanah air.
Ø
Dasar pendidikan agama,melatih dan membiasakan anak beribadah
kepada Tuhan dengan meningkatkan aspek keimanan dan ketakwaan.
Lingkungan
keluarga berpengaruh kepada anak dari segi:
Ø
Perlakuan keluarga terhadap anak
Ø
Kedudukan anak dalam keluarga
Ø
Keadaan ekonomi keluarga
Ø
Keadaan pendidikan keluarga
Ø
Pekerjaan orang tua
2.Lingkungan
Sekolah
Pendidikan di
sekolah biasanya disebut dengan pendidikan formal,karena sekolah adalah
pedidikan yang mempunyai dasar,tujuan,isi,metode,alat-alatnya disusun secara
eksplisit,sistematis,dan distandarkan.
Tidak semua tugas mendidik dapat dilaksanakan oleh
orang tua dalam keluarga, terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan berbagai
macam keterampilan. Oleh karena itu dikirimkan anak ke sekolah. Seiring dengan
perkembangan peradaban manusia, sekolah telah mencapai posisi yang sangat
sentral dan belantara pendidikan keluarga. Hal ini karena pendidikan telah
berimbas pola pikir ekonomi yaitu efektivitas dan efesiensi dan hal ini telah
menjadi semacam ideology dalam proses pendidikan di sekolah.
Sama seperti pendidikan prenatal yang tujuannya adalah menjamin manusia lahir ke dunia, pendidikan postnatal ditujukan sebagai jaminan agar manusia dapat menjadi manusia yang baik dan tidak mengalami kesulitan berarti selama proses manusia hidup.
Bagaimana manusia bersikap tentang segala macam lingkungannya di luar lingkungan keluarga sangat tergantung pada bagaimana proses pendidikan keluarga berlangsung. Dalam dunia modern seperti sekarang, bagaimana pendidikan keluarga berlangsung tidak sepenuhnya tergantung pada orang tua namun bisa juga dipengaruhi oleh orang lain yang bukan bagian dari keluarga. Ini bisa terjadi karena kesibukan orangtua maka orangtua lebih cenderung untuk menyewa orang lain untuk merawat (mengasuh) anaknya
Sama seperti pendidikan prenatal yang tujuannya adalah menjamin manusia lahir ke dunia, pendidikan postnatal ditujukan sebagai jaminan agar manusia dapat menjadi manusia yang baik dan tidak mengalami kesulitan berarti selama proses manusia hidup.
Bagaimana manusia bersikap tentang segala macam lingkungannya di luar lingkungan keluarga sangat tergantung pada bagaimana proses pendidikan keluarga berlangsung. Dalam dunia modern seperti sekarang, bagaimana pendidikan keluarga berlangsung tidak sepenuhnya tergantung pada orang tua namun bisa juga dipengaruhi oleh orang lain yang bukan bagian dari keluarga. Ini bisa terjadi karena kesibukan orangtua maka orangtua lebih cenderung untuk menyewa orang lain untuk merawat (mengasuh) anaknya
Sekolahmerupakanlingkunganbarubagianak.Tempatbertemunyaratusananakdariberbagaikalangandanlatarbelakang
yang berbeda, baik status sosialmaupunagamanya. Di
sekolahinilahanakakanterwarnaiolehberbagaicorakpendidikan,
kepribadiandankebiasaan, yang
dibawamasing-masinganakdarilingkungandankondisirumahtangga yang berbeda-beda.
Seorang pengajar adalah figur dan tokoh yang menjadi
panutan anak-anak dalam mengambil semua nilai dan pemikiran tanpa memilah
antara yang baik dengan yang buruk. Karena anak-anak memandang, guru adalah
sosok yang disanjung, didengar dan ditiru, sehingga pengaruh guru sangat besar
terhadap kepribadian dan pemikiran anak
Sekolahbertanggungjawabataspendidikananak-anakselamamerekadiserahkankepadanya.Karenaitusebagaisekolahsebagailembagapendidikan,
diantaranyamempunyaifungsisebagaiberikut:
Ø
Sekolah membantu orang tua mengerjakan
kebiasaan-kebiasaan yang baik serta menanamkan budi pekerti yang baik.
Ø
Sekolah memberikan pendidikan untuk
kehidupan di dalam masyarakat yang sukar atau tidak dapat diberikan di rumah.
Ø
Sekolah melatih anak-anak memperoleh kecakapan-kecakapan
seperti membaca, menulis, berhitung, menggambar serta ilmu-ilmu lain sifatnya
mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan.
Ø
Sekolah memberikan pelajaran etika,
keagamaan, estetika, membenarkan yang benar atau salah, dan sebagainya.
Ø
Sekolah mempunyai tanggung jawab formal
kelembagaan sesuai dengan fungsi dan tujuan yang ditetepkan menurut
ketentuan-ketentuan yang berlaku(undang-undang pendidikan)
Ø
Sekolah mempunyai Tanggung jawab keilmuan
berdasarkan bentuk,isi,tujuan,dan tingkat pendidikan yang dipercayakan
kepadanya oleh masyarakat dan Negara.
Ø
Sekolah mempunyai tanggung jawab
profesional pengelola dan pelaksana pendidikan (para guru dan pendidik)yang
menerima ketetapan ini berdasarkan
ketentuan –ketentuan dan jabatannya.Tanggung jawab ini merupakan pelimpahan
tanggung jawab dan kepercayaan orang tua (masyarakat)kepada sekolah daripada
guru.
Sekolah mempunyai ciri jenjang sebagai berikut:
Ø
Jenjang lembaga
Selolah dirancang dengan berbagai tingkatan ,dari Taman
Kanak-kanak(TK),sampai Perguruan Tinggi(PT).Sebagian dikelola oleh Departemen
Pendidikan Nasional dan sebagian dikelola oleh Departemen Agama.
Ø
Jenjang kelas
Disamping berjenjang menurut tingkatan lembaga,juga berjenjang menurut
tingkatan kelas.seperti pada jenjang lembaga,murid hanya bisa mengikuti
pendidikan pada kelas yang lebih tinggi bilamana ia telah dapat menyeleseikan
pendidikannya di tingkat sebelumnya.Jenjang kelas ini bervariasi,pada tingkat
SD/MI terdiri dari enam kelas,SMP/MTs tiga kelas,dan SMA/MA termasuk sekolah
yang sederajat terdiri dari tiga kelas.Sedangkan pada jenjang PT tidak
ditentukan oleh jenjang kelas,tetapi sejaumana mahasiswa dan mahasiswi dapat
menyelesaikan pendidikannya sesuai dengan kecepatannya.
Evaluasi untuk mengukur kemampuan murid untuk menyelesaikan pendidikannya
pada suatu jenjang atau jenis
pendidikan dilakukan melalui tiga cara
berikut:
Ø Formatif,dilakukan setelah selesai satu sesi pembelajaran
Ø
Sumatif, dilakukan setiap semester atau
setiap tahun.Untuk evaluasi yang diselenggarakan setiap tahun ini kadang-kadang
disebut dengan Evaluasi Tahap Akhir(EBTA)
Ø
UAN( Ujian Akhir Nasional) adalah evaluasi
yang diselenggarakan oleh pemerintah pada sekolah negeri maupun swasta yang
berada dalam naungan pemerintah..Ujian ini bertujuan untuk mengawasi kualitas
penyelenggaraan pendidikan dan bermaksud untuk mengukur kompetensi murid yang
akan menyelesaikan pendidikan pada satu tingkat lembaga supaya mempunyai
standar kualitas minimal yang relatif
sama secara nasional.
3.Lingkungan
Masyarakat
Masyarakat
turut serta memikul tanggung jawab pendidikan.Secara sederhana masyarakat dapat
diartikan sebagai kumpulan individu dan kelompok yang diikat oleh kesatuan
negara,kebudayaan,dan agama.Setiap masyarakat mempunyai
cita-cita,peraturan-peraturan,dan sistem kekuasaan tertentu.Lembaga pendidikan
ini berorientasi langsung kepda hal-hal yang bertalian dengan kehidupan.Dalam
konteks pendidikan, masyarakat merupakan pendidikan yang menunjang pendidikan
keluarga dan sekolah. Pendidikan yang dialami dalam masyarakat ini, telah dimulai
ketika anak-anak untuk beberapa waktu setelah lepas dari asuhan keluarga dan
berada di luar dari pendidikan sekolah. Dengandemikian,Masyarakatbesarpengaruhnyadalammemberiarahterhadappendidikananak,terutamaparapemimpinmasyarakatataupenguasa
yang adadidalamnya.
Sekalipunterdapattanggungjawabperseorangandanpribadi
,bagimanusiamenganggapnyasebagaiasas,iatidaklahmengabaikantanggungjawabsosial
yang
menjadikanmasyarakatsebagaimasyarakatsolideritas,berpadudankerjasamamembinadanmempertahankankebaikan.Semuaanggotamasyarakatmemikultanggungjawabmembina,memakmurkan,memperbaiki,mengajakkepadakebaikan
,memerintahkan yang makruf,melarang yang
mungkardimanatanggungjawabmanusiamelebihiperbuatan
-perbuatannya,danmaksud-maksudnya,sehinggamencakupmasyarakattempatiahidupdanalamsekitar
yang mengelilinginya.Islamtidakmembebaskanmanusiadaritanggungjawabtentangapa
yang berlakupadamasyarakatnyadanapa yang terjadidisekelilingnyaatauterjadidari
orang lain.
Corakdanragampendidikan
yang dialamiseseorangdalammasyarakatbanyaksekali, inimeliputisegalabidang,
baikpembentukankebiasaan-kebiasaan, pembentukanpengertian-pengertian
(pengetahuan), sikapdanminat,
maupunpembentukankesusilaandankeagamaan.Lingkunganmasyarakatataulingkunganpergaulananakbiasanyaadalahteman-temansebaya
di lingkunganterdekat. Secaraumumanak-anak Indonesia merupakananak
“kampung” yangselalupunya “koncodolanan”. Berbedadengananakkota yang
sudahsejakdiniterasingdaripergaulankarenaberada di lingkungankompleks yang
individualistik.Dalamperkembangannya,lembagapendidikanislamini
,menjadisaranaperkembanganpribadikearahkesempurnaansebagaihasildaripengumpulandanlatihansecaraterus-menerus.Lembagapendidikankemasyarakatanislamdapatmengambilbentukorganisasikepanduan,perkumpulanpemuda,olahraga.kesenian,remajamesjid,majlistaklim,koperasi,pusatketerampilandanlatihan,partaipolitik,perkumpulan
agama dan
lain-lain.Semualembagasepertiinidapatdifungsikandalammengembanmisipendidikanislam.
Sosial/masyarakat,adalahpendidikantersier
yang merupakanpendidikanterakhir,tapibersifatpermanendenganpendidiknyamasyarakatitusendirisecarasosial,kebudayaan,adatistiadat.dankondisimasyarakatsetempatsebagailingkunganmaterial.pendidikandalampergaulanmasyarakatbanyaksekalilembaga-lembagapendidikannyadiantaranya:mesjid,madrasah,pondokpesantren,majlistaklim,kursus-kursus,danbadan-badanpembinaanrohani(biro
pernikahan,birokonsultasikeagamaan, dan lain-lain).
PENUTUP
A
Kesimpulan
LingkunganPendidikanadalahsegalasesuatu yang
adadisekitarmanusia,baikberupabendamati,makhlukhidup,ataupunperistiwa-peristiwa
yang terjaditermasukkondisimasyarakatterutama yang
dapatmemberikanpengaruhkuatkepadaindividu.Sepertilingkungantempatpendidikanberlangsungdanlingkungantempatanakbergaul.Lingkunganinikemudiansecarakhususdisebutsebagailembagapendidikansesuaidenganjenisdantanggungjawabsecarakhususmenjadibagiandarikarakterlembagatersebut.
Fungsi pertama
lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan
berbagai lingkungan sekitarnya baik lingkungan fisik,sosial dan budaya,terutama
berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia agar dapat dicapai tujuan
pendidikan secara optimal.Penataan lingkungan pendidikan ini terutama
dimaksudkan agar proses pendidikan dapat berkembang efesien dan efektif.
Ragam
lingkungan pendidikan adalah tempat seseorang memperoleh pendidikan secara
langsung atau tidak langsung.Oleh karena itu lingkungan pendidikan ada yang
bersifat sosial dan material.Lingkungan pendidikan secara garis besarnya
menurut Ki Hajar Dewantoro di bagi
menjadi tiga yang disebut dengan Tri Pusat Pendidikan,yaitu keluarga sekolah
dan masyarakat,hal itu sejalan dengan yang dinyatakan oleh Lavengeld bahw yang
bertanggung jawab dalam pendidikan adalah keluarga,sekolah,dan masyarakat.
B Saran
Dalam penulisan
makalah ini,penulis menyadari bahwa dalam setiap penulisannya tidak akan
terlepas dari kesalahan.Dan penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih
jauh dari kesempurnaan.Maka dari itu penulis berharap,dan memohon keikhlasan
hati bagi semua pihakmyang membacanya agar berkenan memberikan sumbangsih kritik
dan sarannya bagi penulis.Hal ini dimaksudkan sebagai bahan atau cermin bagi
penulis dalam melangkah dalam penulisan makalah selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi,AbudanNur Uhbiyati,1991. IlmuPendidikan.Jakarta:RinekaCipta
Ahmadi,Abu
.1991.Sosiologi Pendidikan.Jakarta:RinekaCipta
Daradjat,Zakiyah.1992.IlmuPendidikanIslam.Jakarta:BumiAksara
Tirtahadja,Umar.2004.PengantarPendidikan
.Jakarta:RinekaCipta
TIM
Dosen FIP-IKIP Malang.1998.Pengantar Dasar-DasarKependidikan.
Surabaya:UsahaNasional
Tidak ada komentar:
Posting Komentar