Sabtu, 24 Mei 2014

Makalah



LINGKUNGAN PENDIDIKAN

Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mandiri
Pada Mata KuliahDasar-DasarPendidikan
Dosen:  Kiswan,S.Ag.,M.Pd.



Disusunoleh:
NurzakiyahMunawaroh
NPM 13.07.0453


FAKULTAS TARBIYAH
PRODI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM
CIAMIS - JAWA BARAT
TAHUN  2013











KATA PENGANTAR




 


Pujidansyukur kami panjatkankehadirat Allah swt yang manatelahmemberikanpetunjukdanhidayah-NyasehinggasayadapatmenyelesaikantugasmatakuliahDasar-DasarPendidikan.
Ucapanterimakasih kami ucapkankepadadosendanrekan-rekansemua yang telahmendukungdanmembantudalampembuatanmakalahiniterutamakepadaBapak Kiswan,S.Ag.,M.Pd. yang telahmemberikantugas. Mudah-mudahanmakalahinidapatbermanfaat, khususnyabagi yang membacadanumumnyabagikitasemua.
Segalakekuranganpadamakalahinidapatdipastikanadanya.Baikdarisegipengerjaan, penyajian, sistematikamaupunkelengkapannya.Olehkarenaitu, sangatdiharapkankritikdan saran, maupunarahandarirekan-rekansemua.



Ciamis,  Desember 2013

Penyusun










DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................... .........i
DAFTAR ISI ...................................................................................................... ........ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    LatarBelakangMasalah.............................................................................. .....................1
B.     RumusanMasalah...................................................................................... .....................1
C.     TujuanPenulisan........................................................................................ .....................1
D.    Manfaat Penulisan...........................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Lingkungan Pendidikan.......................................................... ........................3
B.     Fungsi Lingkungan Pendidikan................................................................ ........................6
C.     Ragam Bentuk Lingkungan Pendidikan................................................... ........................7
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan....................................................................................................................15
B.     Saran ............................................................................................................................15


DAFTAR PUSTAKA









BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif. Disisi lain proses perkembangan dan pendidikan manusia tidak hanya terjadi dan dipengaruhi oleh proses pendidikan yang ada dalam sistem pendidikan formal (sekolah) saja. Manusia selama hidupnya selalu akan mendapat pengaruh dari keluarga, sekolah, dan masyarakat luas. Ketiga lingkungan itu sering disebut sebagai tripusat pendidikan.Dengan kata lain proses perkembangan pendidikan manusia untuk mancapai hasil yang maksimal tidak hanya tergantung tentang bagaimana sistem pendidikan formal dijalankan. Namun tergantung pada lingkungan pendidikan yang berada di luar lingkungan formal.Salah satu yang memungkinkan proses kependidikan islam berlangsung secara konsisten dan berkesenambungan dalam rangka mencapai tujuannya adalah institusi atau kelembagaan pendidikan islam adalah institusiatau lembaga dimana lembaga itu berlangsung.Namun demikian, dapat di pahami bahwa lingkungan tarbiyah islamiyah itu adalah suatu lingkungan yang didalamnyan terdapat ciri-ciri keislaman yang memungkinkan terselenggaranya pendidikan islam dengan baik.
Berdasarkanlatarbelakangdiatassayamengambiljudul “LINGKUNGAN PANDIDIKAN”.
B.RumusanMasalah
Berdasarkanlatarbelakangdiatas kami mengambilbeberapapermasalahandiantaranya:
1.             Apa Pengrtian Lingkungan Pendidikan?
2.             Apa Fungsi Lingkungan Pendidikan?
3.             Bagaimana Ragam Benuk Lingkungan Pendidikan?
C.Tujuan Penulisan
Dalampenyusunanmakalahini kami memilikibeberapatujuandiantaranya:
1.             Ingin Mengetahui Pengrtian Lingkungan Pendidikan
2.             Ingin Mengetahui Fungsi Lingkungan Pendidikan
3.             Ingin Mengetahui Ragam Bentuk Lingkungan Pendidikan
D. ManfaatPenulisan
Adapunmanfaatpenyusunanmakalahinibagipenulisialahsebagai media untukmenambahpengetahuantentangLingkunganPendidikan. Dan penulisberharapmakalahinidapatbermanfaatbagimahasiswauntukmenunjangmateriperkuliahanbelajardanpembelajaran






















BAB II
PEMBAHASAN
A. PengertianLingkunganPendidikan
LingkunganPendidikanadalahsegalasesuatu yang adadisekitarmanusia,baikberupabendamati,makhlukhidup,ataupunperistiwa-peristiwa yang terjaditermasukkondisimasyarakatterutama yang dapatmemberikanpengaruhkuatkepadaindividu.Sepertilingkungantempatpendidikanberlangsungdanlingkungantempatanakbergaul.Lingkunganinikemudiansecarakhususdisebutsebagailembagapendidikansesuaidenganjenisdantanggungjawabsecarakhususmenjadibagiandarikarakterlembagatersebut.
MenurutHasbullah (2003) lingkunganpendidikanmencakup:
Ø   Tempat (lingkunan fisik),keadaan iklim,keadaan tanah,keadaan alam.
Ø   Kebudayaan(lingkungan budaya) dengan warisan budaya tertentu seperti      bahasa,seni,ekonomi,ilmu pengetahuan,pandangan hidup pandangan keagamaan.
Ø   Kelompok hidup bersama(lingkungan sosial atau masyarakat)keluaraga,kelompok bermain,desa perkumpulan dan lainnya.
Menurutkamusbesarbahasa Indonesia yang dimaksuddenganlingkunganadalahdaerah (kawasandansebagainya) yang termasukdidalamnya. SedangkanLingkungansecaraumumdiartikansebagaikesatuanruangdengansegalabenda, daya, keadaan, danmakhlukhidup, termasukmanusiadanperilakunya, yang mempengaruhikelangsunganperikehidupandankesejahteraanmanusiasertamahlukhiduplainnya.Lingkungandibedakanmenjadilingkunganalamhayati, lingkunganalam non hayati, lingkunganbuatandanlingkungansosial.Sebagaicontohsaatberada di sekolah, lingkunganbiotiknyaberupateman-temansekolah, bapakibu guru sertakaryawan, dansemua orang yang ada di sekolah, jugaberbagaijenistumbuhan yang ada di kebunsekolahsertahewan- hewan yang ada di sekitarnya. Adapunlingkunganabiotikberupaudara, mejakursi, papantulis, gedungsekolah, danberbagaimacambendamati yang ada di sekitar.SedangkanmenurutKamusBesarBahasa Indonesia yang dimaksudpendidikan

adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Secara umum dapat diartikan Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran atau pelatihan agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya supaya memiliki kekuatan spiritual keagamaan, emosional, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Sedangkan lingkungan pendidikan dapat diartikan sebagai berbgai faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap praktik pendidikan. Lingkungan pendidikan sebagai berbagai lingkungan tempat berlangsungnya proses pendidikan, yang merupakan bagian dari lingkungan sosial.
Pendidikan Islam itu sendiri adalah pendidikan yang berdasarkan Islam. Isi ilmu adalah teori. Isi ilmu bumi adalah teori tentang bumi. Maka isi Ilmu pendidikan adalah teori-teori tentang pendidikan, Ilmu pendidikan Islam secara lengkap isi suatu ilmu bukanlah hanya teori.
Pengertian pendidikan bahkan lebih diperluas cakupannya sebagai aktivitas dan fenomena. Pendidikan sebagai aktivitas berarti upaya yang secara sadar dirancang untuk membantu seseorang atau sekelompok orang dalam mengembangkan pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup, baik yang bersifat manual (petunjuk praktis) maupun mental, dan sosial sedangkan pendidikan sebagai fenomena adalah peristiwa perjumpaan antara dua orang atau lebih yang dampaknya ialah berkembangnya suatu pandangan hidup, sikap hidup, atau keterampilan hidup pada salah satu atau beberapa pihak, yang kedua pengertian ini harus bernafaskan atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam yang bersumber dari al Qur’an dan Sunnah.

Lingkungan Pendidikan memiliki pengaruh yang berbeda–beda terhadap peserta didik.Perbedaan pengaruh tersebut tergantung jenis lingkungan tempat pendidikan tempat peserta didik terlibat didalamnya.Hal ini karena masing-masing jenis lingkungan pendidikan memiliki situasi sosial yang berbeda-beda.Situasi sosial yang dimaksud meliputi faktor perencanaan,sarana,sistem pendidikan pada masing-masing jenis lingkungan.Intensitas pengaruh lingkungan terhadap peserta didik tergantung sejauh mana anak dapat menyerap rangsangan yang diberikan lingkungannya dan sejau mana lingkungan mampu memahami dan memberikan fasilitas terhadap kebutuhan pendidikan peserta didik.
Ø Pandangan Islam Mengenai Lingkungan Pendidikan
         Manusia adalah “makhluk sosial”. Hal ini sesuai dengan ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang hal tersebut. Khalaqa al-insaana min ‘alaq bukan hanya diartikan sebagai “menciptakan manusia dari segumpal darah” atau “sesuatu yang berdempet di dinding rahim”, akan tetapi juga dapat dipahami sebagai “diciptakan dinding dalam keadaan selalu bergantung kepada pihak lain atau tidak dapat hidup sendiri”.
Dari hal itu dapat dipahami bahwa manusia dengan seluruh perwatakan dan pertumbuhannya adalah hasil pencapaian dua faktor, yaitu faktor warisan dan faktor lingkungan. Faktor inilah yang mempengaruhi manusia dalam berinteraksi dengannya semenjak ia menjadi embrio hingga akhir hayat. Kemudian, lingkungan yang nyaman dan mendukung bagi terselenggaranya suatu pendidikan sangat dibutuhkan dan turut berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan. Demikian pula dalam sistem pendidikan Islam, lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sesuai dengan karakteristik pendidikan Islam itu sendiri.
Meskipun lingkungan tidak bertanggung jawab terhadap kedewasaan anak didik, namun lingkungan merupakan faktor yang sangat menentukan dan pengaruhnya sangat besar terhadap anak didik. Sebab, bagaimanapun seorang anak tinggal dalam suatu lingkungan, disadari atau tidak, lingkungan tersebut akan mempengaruhi anak tersebut. Hal ini sesuai dengan sabda Rosulullah SAW. dari riwayat Abu Hurairah:
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
Setiap anak dilahirkan dalam keadaan ‘fitrah’. Namun, kedua orang tuanya (mewakili lingkungan) mungkin dapat menjadikannya beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Hal ini menunjukkan bahwa Islam mengakui potensi lingkungan yang pengaruhnya dapat sangat kuat sehingga sangat mungkin dapat mengalahkan fitrah.
Sedangkan menurut para ahli mengatakan bahwa manusia lahir ke dunia, dalam suatu lingkungan dengan pembawaan tertentu. Pembawaan yang potensial tersebut itu tidak spesifik melainkan bersifat umum dan dapat berkembang menjadi bermacam-macam kenyataan akibat interaksi dengan lingkungan. Pembawaan menentukan batas-batas kemungkinan yang dicapai oleh seseorang, akan tetapi lingkungan akan menentukan menjadi seseorang individu dalam kenyataan.Tentang fungsi pembawaa dan lingkungan, Henry E.Garret mengatakan sebagai berikut: “it appears to be true that heredity determines what man can do, environment what he does do within the limits imposed by heredity” yang artinya: “itu muncul untuk menjadi benar bahwa keturunan menentukan apa yang manusia dapat melakukan, lingkungan apa yang ia di dalam batas-batas memaksakan disebabkan oleh keturunan”. Jelaslah pembawaan dan lingkungan bukanlah hal yang bertentangan melainkan saling membutuhkan.
Lingkungan yang buruk dapat merintangi pembawaan yang baik, tetapi lingkungan yang baik tidak dapat menjadi pengganti sesuatu pembawaan yang baik. Daerah yang penuh kejahatan dan kesempatan latihan yang kurang, akan menimbulkan kebiasaan-kebiasaan yang buruk dan akan membatasi prestasi seseorang yang memiliki kemampuan. Begitu juga lingkungan yang baik tidak dapat menjadikan orang-orang yang lemah pikiran menjadi orang yang pandai atau orang yang tidak berbakat menjadi berbakat, walaupun diakui dan tidak diragukan lagi bahwa lingkungan yang baik, latihan-latihan yang baik akan membantu memperbaiki tingkahlaku dan mendapat tempat di masyarakat.
.
B.Fungsi Lingkungan Pendidikan
Fungsi pertama lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya baik lingkungan fisik,sosial dan budaya,terutama berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia agar dapat dicapai tujuan pendidikan secara optimal.Penataan lingkungan pendidikan ini terutama dimaksudkan agar proses pendidikan dapat berkembang efesien dan efektif.
Perkembangan manusia dari interaksinya dengan lingkungan sekitar akan berjalan secara alamiah,tetapi perkembangan tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan tujuan pendidikan atau bahkan menyimpang darinya.Oleh karena itu, diperlukan usaha sadar untuk mengatur dan mengendalikan lingkungan sedemikian rupa agar mempunyai orientasi pada tujuan-tujuan pendidikan.
Fungsi kedua lingkungan pendidikan adalah mengajarkan tingkah laku umum dan untuk menyeleksi serta mempersiapkan peranan-peranan tertentu dalam masyarakat.Hal ini karena masyarakat akan berfungsi dengan baik jika setiap individu belajar berbagai hal,baik pol]ua tingkah laku umum maupun peranan yang berbeda-beda.
Dalam menjalankan kedua fungsinya,lingkungan pendidikan haruslah digambarkan sebagai kesatuan yang utuh diantara berbagai ragam bentuknya.Untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan secara menyeluruh masing-masing lingkungan mempunyai andil dalam mencapainya(Tirtahardja,2004)
C.Ragam Bentuk Lingkungan Pendidikan
Lingkungan pendidikan adalah tempat seseorang memperoleh pendidikan secara langsung atau tidak langsung.Oleh karena itu lingkungan pendidikan ada yang bersifat sosial dan material.Lingkungan pendidikan secara garis besarnya menurut Ki Hajar  Dewantoro di bagi menjadi tiga yang disebut dengan Tri Pusat Pendidikan,yaitu keluarga sekolah dan masyarakat,hal itu sejalan dengan yang dinyatakan oleh Lavengeld bahw yang bertanggung jawab dalam pendidikan adalah keluarga,sekolah,dan masyarakat.
1        Keluarga
Keluarga secara etimologi menurut Ki Hajar Dewantara,seperti dijelaskan oleh Abu Ahmadi adalah bagi bangsa kita perkataan “keluarga”sebagai rangkaian perkataan “kawula”dan “warga”.Maka “kawula” itu tidak lain artinya dari pada “abdi” dalam keluarga wajiblah seseorang menyerahkan segala kepentingan-kepentingan kepada keluarganya.Sebaliknya sebagai “warga” atau “anggota”ia berhak sepenuhnya pula untuk ikut mengurus segala kepentingan didialam keluarga.
Keluarga dalam pandangan antopologi adalah kesatuan-kesatuan kecil yang memiliki tempat tinggal dan ditandai oleh kerjasama yang sangat erat,Orag tua,ayah,dan ibu,mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya.Pada dasarnya kewajiban ayah memberikan perlindungan terhadap semua anggota keluarga baik secara fisik maupun psikis.Ibu adalah menjaga, memeliharanya dengan mendidik dan merawat anak-anaknya.
Pendidikan keluarga dapat diebdakan menjadi dua yakni :
a. Pendidikan prenatal (pendidikan sebelum lahir)
Merupakan pendidikan yang berlangsung selama anak belum lahir atau masih dalam kandungan. Pendidikan prenatal lebih dipengaruhi kepada kebudayaan lingkungan setempat. Sebagai contoh dalam masyarakat jawa dikenal berbagai macam upacara adat selama anak masih ada dalam kandungan seperti neloni, mitoni. Selain upacara-upacara adat untuk menyelamati anak yang masih dalam kandungan dalam masyarakat jawa dikenal juga berbagai macam kesyirikan (hal-hal yang harus dihindari) selama anak masih dalam kandungan.
Dalam kehidupan yang lebih modern sekarang ini, terdapat pula model pendidikan prenatal. Seperti mendengarkan lagu-lagu klasik selama anak masih dalam kandungan, melakukan pemerikasaan rutin ke dokter kandungan atau mengkonsumsi nutrisi yang baik bagi si jabang bayi adalah contoh-contoh pendidikan prenatal dalam kehidupan modern.. Secara sederhana pendidikan prenatala dalam keluarga bertujuan untuk menjamin agar si jabang bayi sehat selama dalam kandungan hingga nanti pada akhirnya dapat terlahir dengan proses yang lancar dan selamat.
b) Pendidikan Postnatal (pendidikan setelah lahir)
Merupakan pendidikan manusia dalam lingkungan keluarga di mulai dari manusia lahir hingga akhir hayatnya. Segala macam ilmu kehidupan yang diperoleh dari keluarga merupakan hasil dari proses pendidikan keluarga postnatal. Dari manusia lahir sudah diajari bagaimana caranya tengkurap, minum, makan, berjalan hingga tentang ilmu agama. Sama seperti pendidikan prenatal yang tujuan adalah menjamin manusia lahir ke dunia, pendidikan postnatal ditujukan sebagai jaminan agar manusia dapat menjadi manusia yang baik dan tidak mengalami kesulitan berarti selama proses manusia hidup.
Bagaimana manusia bersikap tentang segala macam lingkungannya di luar lingkungan keluarga sangat tergantung pada bagaimana proses pendidikan keluarga berlangsung. Dalam dunia modern seperti sekarang, bagaimana pendidikan keluarga berlangsung tidak sepenuhnya tergantung pada orang tua namun bisa juga dipengaruhi oleh orang lain yang notabene bukan bagian dari keluarga. Ini bisa terjadi karena kesibukan orangtua maka orangtua lebih cenderung untuk menyewa orang lain untuk merawat (mengasuh) anaknya.
Keluarga merupakan pengelompokan primer yang terdiri dari sejumlah keluarga kecil karena hubungan sedarah.Keluarga bisa dibentuk keluarga inti(nucleus family,ayah,ibu,dan anak),ataupun keluarga yang diperluas(di samping inti,ada orang lain seperti kakek,nenek,ipar,dan lain sebagainya).Pada umumnya jenis kedualah yang banyak dijumpai di Indonesia,meskipun pda mulanya ibu yang paling berpengaruh dalam perkembangan anak,namun pada akhirnya anggota keluarga lainnya ikut mempengaruhi perkembangan anak.Disamping faktor  iklim sosial itu,faktor-faktor lain dalam keluarga juga ikut mempengaruhi perkembangan anak seperti kebudayaan,tingkat kemakmuran,keadaan perumahan,dan lain sebagainya.Dengan demikian perkembangan anak dipengaruhi oleh keseluruhan situasi dan kondisi keluaga(Tirtahardjo,2004)
Keluarga merupakan unit pertama dan institusi pertama dalam masyarakat yang didalamnya terdapat  hubungan-hubungan yang bersifat langsung.Disitulah berkembang individu dan tahap-tahap awal  proses pemasyarakatan,Melalui interaksi tersebut diperoleh pengetahuan,keterampilan,minat,nilai-nilai,emosi dan sikapnya dalam hidup dengan itu diperoleh ketenangan dan ketentraman.
 Keluarga sebagai lembaga pendidikan mempunyai peranan penting dalam membentuk generasi muda ,keluarga disebut pula sebagai lembaga pendidikan informal.Pendidikan informal adalah kegiatan pendidikan yang tidak diorganisasikan secara struktural dan tidak mengenal sama sekali perpanjangan kronologis menurut tingkatan umum maupun tingkatan keterampilan dan pengetahuan.
Motivasi  pengabdian keluarga (orang tua)semata-mata demi cinta kasih yang kodrati.Didalam suasana cinta dan kemesraan inilah proses pendidikan berlangsung seumur anak itu dalam tanggung jawab keluarga.Dasar-Dasar tanggung jawab keluargaterhadap pendidikan anaknya meliputi hal-hal berikut:
Ø   Dorongan/Motivasi cinta kasih yang menjiwai hubungan orang tua dengan anak.Cinta kasih ini mendorong sikap dan tindakan rela menerima,tanggung jawab,dan mengabdikan dirinya untuk sang anak.
Ø   Dorongan/motivasi kewajiban moral,sebagai konsekuensi kedudukan orang tua terhadap keturunannya.Tanggung jawab moral ini meliputi nilai-nilai religius spiritual yan dijiwai Ketuahan Yang Maha Esa dan agama masing-masing disamping didorong oleh kesadaran memelihara martabat dan kehormatan keluarga.
Ø   Tanggung jawab sosial sebagai bagian dari keluarga ,yang pada gilirannya juga menjadi bagian dari masyarakat,bangsa dan negaranya,bahkan kemanusiaan.Tanggung jawab sosial ini merupakan perwujudan kesadaran tanggung jawab kekeluargaan yang diikuti oleh darah keturunan dan kesatuan keyakinan.
Adapun tujuan pendidikan dalam keluarga adalah:
Ø   Memelihara dan membesarkan anak,ini adalah bentuk yang paling sederhana dari setiap tanggung jawab  orang tua dan merupakan dorongan alami untuk mempertahankan kelangsungan hidup manusia.
Ø   Melindungi dan menjamin kesamaaan,baik jasmaniah maupun rohaniah,dari berbagai gangguan penyakit dan dari penyelewengan tujuan hidup sesuai dengan falsafah hidup dan agama yang dianutnya.
Ø   Memberi pengajaran dalam arti yang luas ,sehingga anak memperoleh peluang untuk memiliki pengetahuan dan kecakapan seluas dan setinggi mungkin dapat dicapainya.
Ø   Membahagiakan anak baik di dunia maupun akhirat,sesuai dengan pandangan dan tujuan hidup muslim.
Dasar-dasar pendidikan yang diberikan kepada  anak  dari orang tua meliputi tujuh hal berikut:
Ø   Dasar pendidikan budi pekerti dengan cara memberikan norma pandangan hidup tertentu meskipun masih dalam pola yang masi sederhana.
Ø   Dasar pendidikan sosial dengan cara melatih anak dengan tata cara bergaul dan berkomunikasi yang baik dengan lingkungan sosial sekitar.
Ø   Dasar pendidikan intelek dengan cara mengajar anak tentang kaidah-kaidah bertutur bahasa yang baik.
Ø   Dasar pembentukan kebiasaan pembinaan kepribadian yang baik dan wajar dengan membiasakan anak hidup teratur bersih,disiplin,dan rajin.
Ø   Dasar pendidikan kekeluargaan dengan memberikan apresiasi terhadap keluarga.
Ø   Dasar pendidikan nasionalisme dan patriotisme dan berprikemanusiaan unuk mencintai  bangsa dan tanah air.
Ø   Dasar pendidikan agama,melatih dan membiasakan anak beribadah kepada Tuhan dengan meningkatkan aspek keimanan dan ketakwaan.
Lingkungan keluarga berpengaruh kepada anak dari segi:
Ø   Perlakuan keluarga terhadap anak
Ø   Kedudukan anak dalam keluarga
Ø   Keadaan ekonomi keluarga
Ø   Keadaan pendidikan keluarga
Ø   Pekerjaan orang tua

2.Lingkungan Sekolah
Pendidikan di sekolah biasanya disebut dengan pendidikan formal,karena sekolah adalah pedidikan yang mempunyai dasar,tujuan,isi,metode,alat-alatnya disusun secara eksplisit,sistematis,dan distandarkan.
Tidak semua tugas mendidik dapat dilaksanakan oleh orang tua dalam keluarga, terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan berbagai macam keterampilan. Oleh karena itu dikirimkan anak ke sekolah. Seiring dengan perkembangan peradaban manusia, sekolah telah mencapai posisi yang sangat sentral dan belantara pendidikan keluarga. Hal ini karena pendidikan telah berimbas pola pikir ekonomi yaitu efektivitas dan efesiensi dan hal ini telah menjadi semacam ideology dalam proses pendidikan di sekolah.
         Sama seperti pendidikan prenatal yang tujuannya adalah menjamin manusia lahir ke dunia, pendidikan postnatal ditujukan sebagai jaminan agar manusia dapat menjadi manusia yang baik dan tidak mengalami kesulitan berarti selama proses manusia hidup.
Bagaimana manusia bersikap tentang segala macam lingkungannya di luar lingkungan keluarga sangat tergantung pada bagaimana proses pendidikan keluarga berlangsung. Dalam dunia modern seperti sekarang, bagaimana pendidikan keluarga berlangsung tidak sepenuhnya tergantung pada orang tua namun bisa juga dipengaruhi oleh orang lain yang bukan bagian dari keluarga. Ini bisa terjadi karena kesibukan orangtua maka orangtua lebih cenderung untuk menyewa orang lain untuk merawat (mengasuh) anaknya
Sekolahmerupakanlingkunganbarubagianak.Tempatbertemunyaratusananakdariberbagaikalangandanlatarbelakang yang berbeda, baik status sosialmaupunagamanya. Di sekolahinilahanakakanterwarnaiolehberbagaicorakpendidikan, kepribadiandankebiasaan, yang dibawamasing-masinganakdarilingkungandankondisirumahtangga yang berbeda-beda.
Seorang pengajar adalah figur dan tokoh yang menjadi panutan anak-anak dalam mengambil semua nilai dan pemikiran tanpa memilah antara yang baik dengan yang buruk. Karena anak-anak memandang, guru adalah sosok yang disanjung, didengar dan ditiru, sehingga pengaruh guru sangat besar terhadap kepribadian dan pemikiran anak
Sekolahbertanggungjawabataspendidikananak-anakselamamerekadiserahkankepadanya.Karenaitusebagaisekolahsebagailembagapendidikan, diantaranyamempunyaifungsisebagaiberikut:
Ø   Sekolah membantu orang tua mengerjakan kebiasaan-kebiasaan yang baik serta menanamkan budi pekerti yang baik.
Ø   Sekolah memberikan pendidikan untuk kehidupan di dalam masyarakat yang sukar atau tidak dapat diberikan di rumah.
Ø   Sekolah melatih anak-anak memperoleh kecakapan-kecakapan seperti membaca, menulis, berhitung, menggambar serta ilmu-ilmu lain sifatnya mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan.
Ø   Sekolah memberikan pelajaran etika, keagamaan, estetika, membenarkan yang benar atau salah, dan sebagainya.
Ø   Sekolah mempunyai tanggung jawab formal kelembagaan sesuai dengan fungsi dan tujuan yang ditetepkan menurut ketentuan-ketentuan yang berlaku(undang-undang pendidikan)
Ø   Sekolah mempunyai Tanggung jawab keilmuan berdasarkan bentuk,isi,tujuan,dan tingkat pendidikan yang dipercayakan kepadanya oleh masyarakat dan Negara.
Ø   Sekolah mempunyai tanggung jawab profesional pengelola dan pelaksana pendidikan (para guru dan pendidik)yang menerima ketetapan ini  berdasarkan ketentuan –ketentuan dan jabatannya.Tanggung jawab ini merupakan pelimpahan tanggung jawab dan kepercayaan orang tua (masyarakat)kepada sekolah daripada guru.
Sekolah mempunyai ciri jenjang sebagai berikut:
Ø     Jenjang lembaga
Selolah dirancang dengan berbagai tingkatan ,dari Taman Kanak-kanak(TK),sampai Perguruan Tinggi(PT).Sebagian dikelola oleh Departemen Pendidikan Nasional dan sebagian dikelola oleh Departemen Agama.
Ø     Jenjang kelas
Disamping berjenjang menurut tingkatan lembaga,juga berjenjang menurut tingkatan kelas.seperti pada jenjang lembaga,murid hanya bisa mengikuti pendidikan pada kelas yang lebih tinggi bilamana ia telah dapat menyeleseikan pendidikannya di tingkat sebelumnya.Jenjang kelas ini bervariasi,pada tingkat SD/MI terdiri dari enam kelas,SMP/MTs tiga kelas,dan SMA/MA termasuk sekolah yang sederajat terdiri dari tiga kelas.Sedangkan pada jenjang PT tidak ditentukan oleh jenjang kelas,tetapi sejaumana mahasiswa dan mahasiswi dapat menyelesaikan pendidikannya sesuai dengan kecepatannya.
Evaluasi untuk mengukur kemampuan murid untuk menyelesaikan pendidikannya pada suatu  jenjang atau jenis pendidikan  dilakukan melalui tiga cara berikut:
Ø   Formatif,dilakukan setelah selesai satu sesi pembelajaran
Ø   Sumatif, dilakukan setiap semester atau setiap tahun.Untuk evaluasi yang diselenggarakan setiap tahun ini kadang-kadang disebut dengan Evaluasi Tahap Akhir(EBTA)
Ø   UAN( Ujian Akhir Nasional) adalah evaluasi yang diselenggarakan oleh pemerintah pada sekolah negeri maupun swasta yang berada dalam naungan pemerintah..Ujian ini bertujuan untuk mengawasi kualitas penyelenggaraan pendidikan dan bermaksud untuk mengukur kompetensi murid yang akan menyelesaikan pendidikan pada satu tingkat lembaga supaya mempunyai standar  kualitas minimal yang relatif sama secara nasional.
3.Lingkungan Masyarakat
Masyarakat turut serta memikul tanggung jawab pendidikan.Secara sederhana masyarakat dapat diartikan sebagai kumpulan individu dan kelompok yang diikat oleh kesatuan negara,kebudayaan,dan agama.Setiap masyarakat mempunyai cita-cita,peraturan-peraturan,dan sistem kekuasaan tertentu.Lembaga pendidikan ini berorientasi langsung kepda hal-hal yang bertalian dengan kehidupan.Dalam konteks pendidikan, masyarakat merupakan pendidikan yang menunjang pendidikan keluarga dan sekolah. Pendidikan yang dialami dalam masyarakat ini, telah dimulai ketika anak-anak untuk beberapa waktu setelah lepas dari asuhan keluarga dan berada di luar dari pendidikan sekolah. Dengandemikian,Masyarakatbesarpengaruhnyadalammemberiarahterhadappendidikananak,terutamaparapemimpinmasyarakatataupenguasa yang adadidalamnya.
Sekalipunterdapattanggungjawabperseorangandanpribadi ,bagimanusiamenganggapnyasebagaiasas,iatidaklahmengabaikantanggungjawabsosial yang menjadikanmasyarakatsebagaimasyarakatsolideritas,berpadudankerjasamamembinadanmempertahankankebaikan.Semuaanggotamasyarakatmemikultanggungjawabmembina,memakmurkan,memperbaiki,mengajakkepadakebaikan ,memerintahkan yang makruf,melarang yang mungkardimanatanggungjawabmanusiamelebihiperbuatan -perbuatannya,danmaksud-maksudnya,sehinggamencakupmasyarakattempatiahidupdanalamsekitar yang mengelilinginya.Islamtidakmembebaskanmanusiadaritanggungjawabtentangapa yang berlakupadamasyarakatnyadanapa yang terjadidisekelilingnyaatauterjadidari orang lain.
Corakdanragampendidikan yang dialamiseseorangdalammasyarakatbanyaksekali, inimeliputisegalabidang, baikpembentukankebiasaan-kebiasaan, pembentukanpengertian-pengertian (pengetahuan), sikapdanminat, maupunpembentukankesusilaandankeagamaan.Lingkunganmasyarakatataulingkunganpergaulananakbiasanyaadalahteman-temansebaya di lingkunganterdekat. Secaraumumanak-anak Indonesia merupakananak “kampung”  yangselalupunya “koncodolanan”. Berbedadengananakkota yang sudahsejakdiniterasingdaripergaulankarenaberada di lingkungankompleks yang individualistik.Dalamperkembangannya,lembagapendidikanislamini ,menjadisaranaperkembanganpribadikearahkesempurnaansebagaihasildaripengumpulandanlatihansecaraterus-menerus.Lembagapendidikankemasyarakatanislamdapatmengambilbentukorganisasikepanduan,perkumpulanpemuda,olahraga.kesenian,remajamesjid,majlistaklim,koperasi,pusatketerampilandanlatihan,partaipolitik,perkumpulan agama dan lain-lain.Semualembagasepertiinidapatdifungsikandalammengembanmisipendidikanislam.
Sosial/masyarakat,adalahpendidikantersier yang merupakanpendidikanterakhir,tapibersifatpermanendenganpendidiknyamasyarakatitusendirisecarasosial,kebudayaan,adatistiadat.dankondisimasyarakatsetempatsebagailingkunganmaterial.pendidikandalampergaulanmasyarakatbanyaksekalilembaga-lembagapendidikannyadiantaranya:mesjid,madrasah,pondokpesantren,majlistaklim,kursus-kursus,danbadan-badanpembinaanrohani(biro pernikahan,birokonsultasikeagamaan, dan lain-lain).

PENUTUP

A Kesimpulan
LingkunganPendidikanadalahsegalasesuatu yang adadisekitarmanusia,baikberupabendamati,makhlukhidup,ataupunperistiwa-peristiwa yang terjaditermasukkondisimasyarakatterutama yang dapatmemberikanpengaruhkuatkepadaindividu.Sepertilingkungantempatpendidikanberlangsungdanlingkungantempatanakbergaul.Lingkunganinikemudiansecarakhususdisebutsebagailembagapendidikansesuaidenganjenisdantanggungjawabsecarakhususmenjadibagiandarikarakterlembagatersebut.
Fungsi pertama lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya baik lingkungan fisik,sosial dan budaya,terutama berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia agar dapat dicapai tujuan pendidikan secara optimal.Penataan lingkungan pendidikan ini terutama dimaksudkan agar proses pendidikan dapat berkembang efesien dan efektif.
Ragam lingkungan pendidikan adalah tempat seseorang memperoleh pendidikan secara langsung atau tidak langsung.Oleh karena itu lingkungan pendidikan ada yang bersifat sosial dan material.Lingkungan pendidikan secara garis besarnya menurut Ki Hajar  Dewantoro di bagi menjadi tiga yang disebut dengan Tri Pusat Pendidikan,yaitu keluarga sekolah dan masyarakat,hal itu sejalan dengan yang dinyatakan oleh Lavengeld bahw yang bertanggung jawab dalam pendidikan adalah keluarga,sekolah,dan masyarakat.
B Saran
Dalam penulisan makalah ini,penulis menyadari bahwa dalam setiap penulisannya tidak akan terlepas dari kesalahan.Dan penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.Maka dari itu penulis berharap,dan memohon keikhlasan hati bagi semua pihakmyang membacanya agar berkenan memberikan sumbangsih kritik dan sarannya bagi penulis.Hal ini dimaksudkan sebagai bahan atau cermin bagi penulis dalam melangkah dalam penulisan makalah selanjutnya.
 




DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi,AbudanNur  Uhbiyati,1991. IlmuPendidikan.Jakarta:RinekaCipta
Ahmadi,Abu .1991.Sosiologi Pendidikan.Jakarta:RinekaCipta
Daradjat,Zakiyah.1992.IlmuPendidikanIslam.Jakarta:BumiAksara
Tirtahadja,Umar.2004.PengantarPendidikan .Jakarta:RinekaCipta
TIM Dosen FIP-IKIP Malang.1998.Pengantar Dasar-DasarKependidikan.
Surabaya:UsahaNasional


Tidak ada komentar:

Posting Komentar